Contoh Soal Hukum Hardy-Weinberg

Contoh Soal Hukum Hardy-Weinberg

Preview Konten: Siap menguji pemahaman Anda tentang hukum Hardy-Weinberg? Artikel ini menyediakan berbagai contoh soal hukum Hardy-Weinberg dengan tingkat kesulitan berbeda, dilengkapi dengan penjelasan langkah demi langkah. Kuasai konsep keseimbangan genetik populasi dengan latihan yang komprehensif!

Memahami Hukum Hardy-Weinberg

Hukum Hardy-Weinberg menjelaskan keseimbangan genetik dalam populasi yang ideal. Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel dan genotipe dalam suatu populasi akan tetap konstan dari generasi ke generasi jika tidak ada faktor evolusi yang mempengaruhinya. Rumus utama yang digunakan adalah: p² + 2pq + q² = 1, di mana p mewakili frekuensi alel dominan dan q mewakili frekuensi alel resesif.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keseimbangan Hardy-Weinberg

Beberapa faktor yang dapat mengganggu keseimbangan Hardy-Weinberg adalah:

    1. Mutasi
    2. Migrasi (aliran gen)
    3. Perkawinan tak acak (perkawinan sedarah)
    4. Seleksi alam
    5. Ukuran populasi kecil (genetic drift)

Contoh Soal Hukum Hardy-Weinberg

Berikut beberapa contoh soal hukum Hardy-Weinberg beserta penyelesaiannya:

Contoh Soal 1: Frekuensi Alel

Dalam suatu populasi bunga, 84% bunga memiliki bunga merah (dominan, genotipe MM atau Mm), dan 16% memiliki bunga putih (resesif, genotipe mm). Tentukan frekuensi alel M dan m.

Penyelesaian:

  • Karena 16% memiliki bunga putih (mm), maka q² = 0.16. Oleh karena itu, q = √0.16 = 0.4 (frekuensi alel m).
  • Karena p + q = 1, maka p = 1 - q = 1 - 0.4 = 0.6 (frekuensi alel M).
  • Jadi, frekuensi alel M adalah 0.6 dan frekuensi alel m adalah 0.4.

    Contoh Soal 2: Frekuensi Genotipe

    Pada suatu populasi kupu-kupu, frekuensi alel untuk sayap berwarna biru (B) adalah 0.7, dan frekuensi alel untuk sayap berwarna putih (b) adalah 0.3. Tentukan frekuensi genotipe BB, Bb, dan bb.

    Penyelesaian:

  • p = 0.7 (frekuensi alel B)
  • q = 0.3 (frekuensi alel b)
  • Frekuensi genotipe BB = p² = (0.7)² = 0.49
  • Frekuensi genotipe Bb = 2pq = 2 0.7 0.3 = 0.42
  • Frekuensi genotipe bb = q² = (0.3)² = 0.09
  • Jadi, frekuensi genotipe BB adalah 0.49, Bb adalah 0.42, dan bb adalah 0.09.

    Contoh Soal 3 (Soal yang Lebih Kompleks):

    Suatu populasi terdapat 100 individu. 36 individu bergenotip AA, 48 individu bergenotip Aa, dan 16 individu bergenotip aa. Apakah populasi ini berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg?

    Penyelesaian:

  • Hitung frekuensi alel:
  • Frekuensi A (p) = (236 + 48) / (2*100) = 0.6

    Frekuensi a (q) = (216 + 48) / (2*100) = 0.4

  • Hitung frekuensi genotipe yang diharapkan berdasarkan hukum Hardy-Weinberg:
  • * AA = p² = 0.6² = 0.36 (36 individu)

    Aa = 2pq = 2 0.6 * 0.4 = 0.48 (48 individu)

    * aa = q² = 0.4² = 0.16 (16 individu)

    Karena frekuensi genotipe yang diamati sama dengan yang diharapkan, populasi ini berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg.

    Tanya Jawab

    Q: Apa yang dimaksud dengan keseimbangan Hardy-Weinberg?

    A: Keseimbangan Hardy-Weinberg menggambarkan kondisi ideal suatu populasi di mana frekuensi alel dan genotipe tetap konstan dari generasi ke generasi, tanpa adanya pengaruh faktor evolusi seperti mutasi, migrasi, perkawinan tak acak, seleksi alam, dan genetic drift.

    Q: Apa kegunaan hukum Hardy-Weinberg?

    A: Hukum Hardy-Weinberg berguna sebagai model dasar untuk memahami evolusi genetika. Dengan membandingkan frekuensi genotipe yang diamati dengan yang diharapkan berdasarkan hukum ini, kita dapat mendeteksi penyimpangan dari keseimbangan dan mengidentifikasi faktor-faktor evolusi yang berperan.

    Q: Apa yang terjadi jika suatu populasi tidak berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg?

    A: Jika suatu populasi tidak berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg, itu menunjukkan bahwa faktor-faktor evolusi sedang bekerja, menyebabkan perubahan frekuensi alel dan genotipe dari waktu ke waktu. Hal ini bisa menunjukkan adanya evolusi pada populasi tersebut.

    Semoga contoh soal hukum Hardy-Weinberg di atas membantu Anda memahami konsep ini dengan lebih baik. Latihan lebih lanjut sangat disarankan untuk menguasai penerapan rumus dan analisis data genetika populasi.