Contoh Soal Persilangan Dihibrid: Panduan Lengkap

Contoh Soal Persilangan Dihibrid: Panduan Lengkap

Pahami Konsep Persilangan Dihibrid

Artikel ini akan membahas contoh soal persilangan dihibrid secara detail dan komprehensif. Kita akan mempelajari bagaimana menyelesaikan soal-soal persilangan dihibrid dengan mudah dan memahami konsep pewarisan sifat genetik pada organisme. Siap mengasah kemampuan genetika Anda? Mari kita mulai!

Apa Itu Persilangan Dihibrid?

Persilangan dihibrid adalah persilangan antara dua individu yang berbeda dalam dua pasang sifat yang berbeda. Berbeda dengan persilangan monohybrid yang hanya memperhatikan satu sifat, persilangan dihibrid lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang hukum Mendel.

Hukum Mendel yang Relevan

Sebelum kita membahas contoh soal persilangan dihibrid, penting untuk memahami hukum Mendel yang relevan, yaitu:

    1. Hukum Segregasi: Pasangan alel akan memisah secara bebas saat pembentukan gamet.
    2. Hukum Asortasi Bebas: Pasangan alel dari sifat yang berbeda akan memisah secara bebas dan tidak saling memengaruhi.
    3. Contoh Soal Persilangan Dihibrid #1: Warna dan Bentuk Biji Kacang Polong

      Mari kita bahas contoh soal persilangan dihibrid pertama. Misalnya, kita memiliki kacang polong berbiji bulat kuning (BBKK) disilangkan dengan kacang polong berbiji keriput hijau (bbkk). Biji bulat (B) dominan terhadap biji keriput (b), dan biji kuning (K) dominan terhadap biji hijau (k).

      1. Tentukan Genotipe dan Fenotipe Parental (P):

    4. Induk 1: BBKK (Biji bulat kuning)
    5. Induk 2: bbkk (Biji keriput hijau)
    6. 2. Tentukan Gamet yang Dihasilkan:

    7. Induk 1: BK
    8. Induk 2: bk

3. Buatlah Diagram Punnett Square:

| | BK | BK | BK | BK |

| :---- | :- | :- | :- | :- |

| bk | BBKk | BBKk | BBKk | BBKk |

| bk | BBKk | BBKk | BBKk | BBKk |

| bk | BBKk | BBKk | BBKk | BBKk |

| bk | BBKk | BBKk | BBKk | BBKk |

4. Analisis Fenotipe dan Genotipe F1:

Semua keturunan F1 memiliki genotipe BBKk dan fenotipe biji bulat kuning.

5. Persilangan F1 x F1:

Untuk mendapatkan generasi F2, kita perlu menyilangkan individu F1 (BBKk) dengan individu F1 lainnya (BBKk). Gamet yang dihasilkan adalah BK dan Bk. Diagram Punnett Square untuk F1 x F1 akan lebih kompleks dan menghasilkan variasi fenotipe dan genotipe. (Penyelesaian diagram Punnett Square F1 x F1 diuraikan lebih lanjut pada bagian selanjutnya).

Contoh Soal Persilangan Dihibrid #2: Warna Bulu dan Panjang Ekor Tikus

Contoh lain contoh soal persilangan dihibrid melibatkan tikus. Misalkan tikus berbulu hitam panjang (HHPP) disilangkan dengan tikus berbulu putih pendek (hhpp). Bulu hitam (H) dominan terhadap bulu putih (h), dan ekor panjang (P) dominan terhadap ekor pendek (p). Ikuti langkah-langkah yang sama seperti contoh sebelumnya untuk menyelesaikan soal ini. Cobalah selesaikan sendiri, lalu bandingkan jawaban Anda dengan pembahasan di bawah.

Pembahasan Lengkap Contoh Soal Persilangan Dihibrid (F1 x F1)

Berikut pembahasan detail untuk persilangan F1 x F1 pada contoh soal pertama (kacang polong):

(Diagram Punnett Square F1 x F1 akan ditampilkan di sini, dengan penjelasan lengkap untuk setiap kemungkinan genotipe dan fenotipe F2.)

Tanya Jawab Seputar Persilangan Dihibrid

Q: Apa perbedaan antara persilangan monohybrid dan dihibrid?

A: Persilangan monohybrid hanya melibatkan satu sifat, sedangkan persilangan dihibrid melibatkan dua sifat.

Q: Bagaimana cara menentukan gamet dalam persilangan dihibrid?

A: Setiap alel dari setiap sifat akan memisah secara bebas dan membentuk kombinasi gamet. Contoh: Jika genotipe adalah AaBb, gamet yang dihasilkan adalah AB, Ab, aB, dan ab.

Q: Mengapa penting mempelajari persilangan dihibrid?

A: Mempelajari persilangan dihibrid penting untuk memahami bagaimana beberapa sifat diwariskan secara bersamaan, memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang genetika.

Kesimpulan

Mempelajari contoh soal persilangan dihibrid membantu kita memahami konsep pewarisan sifat yang kompleks. Dengan memahami hukum Mendel dan langkah-langkah penyelesaian soal, Anda dapat menguasai materi genetika dengan lebih baik. Latihan lebih lanjut akan sangat membantu untuk memperkuat pemahaman Anda. Semoga artikel ini bermanfaat!